Analisis GBP/USD 5M

Pasangan mata uang GBP/USD melanjutkan pergerakan turunnya pada hari Jumat, yang dalam beberapa hari terakhir lebih mirip dengan kejatuhan harga. Faktor geopolitik, krisis politik baru di Inggris, serta tingginya inflasi di AS menjadi penyebab pelemahan poundsterling Inggris sepanjang pekan lalu. Namun, akankah penurunan ini berlanjut ke pekan baru? Kami sangat meragukannya, karena kami menilai pasar sudah terlanjur melakukan oversold pada pound dan overbought pada dolar. Dari sudut pandang teknikal, saat ini belum terlihat tanda-tanda berakhirnya kejatuhan tersebut. Pada hari Jumat, kalender Inggris tidak memuat rilis penting, sementara AS merilis data produksi industri yang menambah tekanan pada poundsterling. Pada paruh pertama hari, mata uang Inggris sempat mencoba melakukan pemulihan, tetapi selama sesi Amerika, menjadi jelas bahwa produksi bulan April naik 0,7% month-on-month, dibandingkan perkiraan 0,1–0,3%. Meskipun laporan ini bukan yang paling signifikan (terutama dalam kondisi saat ini), tetap saja ia memberi tekanan tambahan pada pasangan GBP/USD.
Dari sisi teknikal, tren turun pada timeframe satu jam tidak terbantahkan. Ini bukan sekadar tren, tetapi sudah menyerupai kejatuhan. Tidak ada garis tren karena harga nyaris tidak melakukan koreksi. Pelaku pasar hanya bisa mengandalkan level-level teknikal dan garis-garis indikator Ichimoku. Dengan ditembusnya area 1,3369–1,3377, probabilitas penurunan lanjutan menjadi cukup tinggi. Namun, menurut pandangan kami, hal tersebut akan memerlukan pemicu negatif geopolitik yang baru.
Pada timeframe 5 menit di hari Jumat, terbentuk tiga sinyal transaksi. Sayangnya, tepat sebelum dimulainya sesi Amerika, pasangan ini sempat terkonsolidasi sebentar di atas kisaran 1,3369–1,3377, membentuk sinyal beli yang ternyata palsu dan berujung pada kerugian bagi trader. Namun, dua sinyal lainnya memungkinkan pembukuan profit setidaknya 35 pip.
Analisis GBP/USD 4H
Pada timeframe 4 jam, analisis dilakukan berdasarkan sistem trading ICT. Pound sterling memiliki korelasi yang tinggi dengan euro, sehingga pola dan sinyal dari EUR/USD selalu perlu dipantau. Minggu lalu terjadi situasi seperti itu. Terbentuk sinyal jual untuk euro, tetapi tidak ada sinyal untuk pound sterling. Namun demikian, kedua pasangan tersebut sama-sama mengalami penurunan yang signifikan. Tren pada timeframe 4 jam telah berbalik turun, karena garis CHOCH telah ditembus. Pada fase terakhir penurunan, terbentuk FVG bearish yang jelas, yang akan berfungsi sebagai POI untuk posisi short pada hari Senin dan Selasa.
Analisis GBP/USD 1H
Pada timeframe satu jam, pasangan GBP/USD telah bergerak satu arah—turun—selama satu minggu penuh. Latar belakang makroekonomi dan fundamental masih memiliki dampak yang kecil terhadap pergerakan pasangan ini, sementara faktor geopolitik menekan pound Inggris. Meskipun, akan lebih tepat jika dikatakan bahwa faktor tersebut mengangkat dolar AS ke level tertinggi yang baru. Namun, kami tidak melihat dolar akan terus menguat tanpa adanya eskalasi nyata di Timur Tengah.
Untuk 18 Mei, kami menyoroti level-level penting berikut: 1,3096-1,3115, 1,3179-1,3187, 1,3369-1,3377, 1,3465-1,3480, 1,3588, 1,3671-1,3681, 1,3751-1,3763. Garis Senkou Span B (1,3551) dan Kijun-sen (1,3480) juga dapat menjadi sumber sinyal. Disarankan untuk memindahkan order stop-loss ke titik impas begitu harga bergerak 20 pip ke arah yang benar. Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, dan hal ini perlu diperhitungkan ketika menentukan sinyal trading.
Pada hari Senin, tidak ada peristiwa atau rilis data penting yang dijadwalkan di Inggris, dan kalender AS juga kosong. Para trader sebaiknya tetap memantau berita geopolitik dengan cermat.
Rekomendasi Trading:
Hari ini, trader dapat tetap mempertahankan posisi jual setelah harga terkonsolidasi di bawah area 1,3369-1,3377, dengan target 1,3179-1,3187. Posisi beli dapat dibuka jika harga terkonsolidasi di atas area 1,3369-1,3377, dengan target 1,3465-1,3480. Pada timeframe 4 jam, trader sebaiknya menantikan terbentuknya sinyal jual di dalam bearish FVG.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
- Level-level harga support dan resistance – garis merah tebal tempat pergerakan harga berpotensi berakhir. Ini bukan sumber sinyal trading.
- Garis Kijun-sen dan Senkou Span B – garis indikator Ichimoku yang dipindahkan dari timeframe 4 jam ke timeframe 1 jam. Ini adalah garis-garis yang kuat.
- Level ekstremum – garis merah tipis tempat harga sebelumnya memantul. Ini berfungsi sebagai sumber sinyal trading.
- Garis kuning – garis tren, saluran tren, dan pola teknikal lainnya.
- CHOCH – perubahan struktur tren.
- Liquidity – Stop Loss, pending order yang digunakan market maker untuk membangun posisi mereka.
- FVG – Fair Value Gap. Harga bergerak sangat cepat melalui area-area ini, yang menunjukkan ketiadaan total salah satu sisi pelaku pasar. Selanjutnya, harga cenderung kembali dan bereaksi terhadap area seperti ini untuk melanjutkan tren utama.
- IFVG – Inverted Fair Value Gap. Setelah harga kembali ke area ini, harga tidak bereaksi; area tersebut ditembus secara impulsif dan kemudian diuji dari sisi yang berlawanan.
- OB – Order Block. Candlestick tempat market maker membuka posisi dengan tujuan mengumpulkan likuiditas untuk membentuk posisi mereka ke arah yang berlawanan.