Pada grafik per jam, pasangan GBP/USD pada hari Kamis melakukan beberapa upaya untuk terkonsolidasi di sekitar level 1,3341–1,3352, namun secara keseluruhan area ini untuk sementara diabaikan oleh para trader. Konsolidasi di atasnya akan membuka peluang kelanjutan kenaikan menuju level resistance 1,3437–1,3465. Sebaliknya, konsolidasi di bawah 1,3341–1,3352 akan membuka peluang penurunan menuju level support 1,3199–1,3214.

Situasi gelombang saat ini tetap dalam keadaan "bearish". Gelombang kenaikan terakhir yang sudah berlalu gagal untuk melewati puncak sebelumnya, sedangkan gelombang penurunan baru telah berhasil menembus level terendah sebelumnya. Agar tren bisa berbalik menjadi bullish, diperlukan konsolidasi di atas puncak terakhir di 1,3573 atau terbentuknya dua gelombang bullish berturut-turut, yang kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Informasi terkait mata uang Inggris dalam beberapa bulan terakhir juga menunjukkan kelemahan, sementara kondisi geopolitik saat ini memberikan keuntungan jelas bagi pihak bearish di pasar.
Latar belakang berita pada hari Kamis bersifat netral untuk baik dolar maupun pound Inggris. Namun, situasi hari ini berbeda. Pada paruh kedua hari ini, akan ada empat rilis data penting di Amerika Serikat, dua di antaranya sangat menentukan. Di sepanjang minggu ini, pelaku pasar tidak memberi perhatian besar pada data ekonomi karena fokus utama mereka tertuju pada perang di Iran. Meski demikian, isu tentang Iran mulai mereda secara bertahap, yang wajar saja—pasar tidak bisa merespons setiap serangan baru dari kedua belah pihak.
Hari ini data ekonomi menjadi sangat penting, karena inflasi diperkirakan akan meningkat global, dan Amerika Serikat termasuk di dalamnya. Kenaikan harga energi pada akhirnya akan menyebabkan biaya logistik dan produksi barang meningkat. Hal ini mungkin membuat Federal Reserve tetap mempertimbangkan sikap hati-hati dan tidak banyak berbicara dalam beberapa bulan ke depan. Namun, tidak semua hal di Amerika Serikat tergantung pada inflasi. Menurut pandangan saya, pasar tenaga kerja pada Januari tidak menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan dengan tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 1,4% pada kuartal keempat. Ada kemungkinan bahwa Federal Reserve dalam waktu dekat harus kembali memberikan stimulus, baik untuk pasar tenaga kerja maupun ekonomi secara umum. Apakah pasar tenaga kerja benar-benar memerlukan stimulus seperti itu akan terjawab melalui rilis data Nonfarm Payrolls dan tingkat pengangguran hari ini.

Pada grafik 4 jam, pasangan ini memantul dari batas atas kanal tren turun, berbalik menguat terhadap dolar AS, dan ditutup di bawah level support 1.3369–1.3435. Oleh karena itu, pergerakan turun berpotensi berlanjut menuju area 1.3118–1.3140. Penutupan di atas kanal tren turun akan mengindikasikan berakhirnya tren bearish. Saat ini tidak terlihat adanya divergensi yang muncul pada indikator mana pun.
Laporan Commitments of Traders (COT)
Sentimen di kalangan trader Non-commercial menjadi lebih bearish pada minggu pelaporan terbaru, yang di bawah kondisi saat ini sudah tidak lagi terlihat sebagai sesuatu yang kebetulan. Jumlah posisi beli yang dipegang spekulan berkurang sebanyak 14.802, sementara posisi jual hanya berkurang 134. Kesenjangan antara posisi beli dan jual sekarang berada di kisaran 67.000 vs. 124.000.
Dalam beberapa bulan terakhir, para pelaku pasar yang memegang posisi jual (bears) cenderung lebih mendominasi, meskipun kondisi kontrak untuk mata uang euro justru berbeda. Saya pribadi masih belum sepenuhnya percaya akan munculnya tren bearish yang bertahan untuk pound, namun saat ini semua lebih tergantung pada lamanya dan seberapa besar dampak perang di Timur Tengah, ketimbang indikator ekonomi atau kebijakan perdagangan Trump.
Sepanjang tahun lalu, pound tampak sebagai mata uang yang lebih aman jika dibandingkan dengan dolar—lebih stabil dan memiliki prospek ekonomi yang lebih jelas. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, sempat terjadi koreksi sementara meskipun tren bullish masih ada, kemudian konflik di Timur Tengah mulai meningkat hampir setiap hari. Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tidak berhasil, sehingga dolar kini menguat dipicu oleh faktor-faktor geopolitik. Lamanya penguatan dolar akan bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah.
Kalender Ekonomi (AS dan Inggris)
Amerika Serikat
- Nonfarm Payrolls (13:30 UTC)
- Unemployment Rate (13:30 UTC)
- Retail Sales Change (13:30 UTC)
- Average Hourly Earnings Change (13:30 UTC)
Pada 6 Maret, kalender ekonomi memuat setidaknya dua peristiwa penting. Dampak latar belakang berita terhadap sentimen pasar pada hari Jumat bisa cukup kuat di paruh kedua hari.
Prediksi GBP/USD dan Tips untuk Trader
Penjualan pasangan ini dimungkinkan hari ini jika penutupan candlestick pada chart hourly berada di bawah level 1.3341–1.3352, dengan target di 1.3199–1.3214. Pembelian dapat dipertimbangkan jika pasangan ini ditutup di atas 1.3341–1.3352 pada chart hourly, dengan target 1.3437–1.3465. Namun, karena dalam beberapa hari terakhir trader sebagian besar mengabaikan level 1.3341–1.3352, masuk akal juga untuk tidak melakukan transaksi dari level ini.
Grid Fibonacci dibangun dari 1.3341–1.3866 pada chart hourly dan dari 1.3431–1.2104 pada chart 4-hour.